Kamis, 19 Maret 2020

Ringkasan Penting Buku RHF Hunter 1995


FISIOLOGI DAN TEKNOLOGI REPRODUKSI TERNAK BETINA

"Ringkasan Penting"  
 
  • Feromon : hormone atau campuran bahan yang dihasilkan keluar tubuh yang dapat diterima oleh hewan lainnya dengan spesies yang sama  dan menimbulkan reaksi khusus.
  •        Feromon yang dihasilkan ternak betina dapat menjadi sumber bau bagi betina bahwasanya ternak betina tersebut sedang birahi.
  •       Penentuan jenis kelamin tergantung kepada apakah sel telur dibuahi oleh spermatozoa yang membawa kromosom X atau Y. XX : betina, XY : jantan.
  •  Kromosom Y lebih kecil dari pada kromosom X, sehingga para ahli menyimpulkan untuk memisahkan kedua macam spermatozoa dapat berdasarkan massanya
  •  Integrasi menyeluruh dari system syaraf dan endokrin tergantung pada HIPOTALAMUS. Hipotalamus menjalankan pengaruhnya melalui kelenjar HIPOFISIS ANTERIOR dengan NUKLEI.
  • RH (Releasing hormone) : hormone pelepas
  • Pubertas : umur pertama hewan betina menunjukkan gejala birahi dan diikuti oleh aktivitas dari ovarium akibat pengaruh hormonal
  • Umur pubertas sapi = 9-18 bulan dipengaruhi oleh bangsa, kandungan nutrisi,berat badan, etc. umur pubertas domba = 6-7 bulan, babi = 5-7 bulan (tergantung umur dan berat badan) kuda = 15-18 bulan.
  •  Lordosis : perilaku birahi yang ditunjukkan ternak betina yang menciri for example, meninggikan tubuh bagian belakang, melengkukngkan punggung, menegakkan telinga, etc)
  • Siklus estrus sapi, babi dan kuda = 21 hari, dan pada babi = 16-17 hari.
  • Fase luteal : periode sekresi progesterone oleh korpus luteum, fase terlama menjelang akhir siklus 
  •  Prostaglandin f2a (PGF2a) berasal dari uterus
  •   Fase folikuler ;  fase dimana folikel degraf akan masak, terjadi peningkatan hormone estrogen  dan mendorong perubahan terjadinya birahi dan ovulasi. Fase ini singkat dibandingkan fase luteal. Pada sapi fase luteal berlansung sekitar 17 hari, fase folikuler 3-4 hari. Lama birahi 12-24 jam. Ovulasi terjadi 10-12 jam setelah akhir birahi. 
  • Anestrus : periode ternak tidak menunjukkan gejala birahi atau tidak danya aktivitas seksual diantara musim
  • Siklus estrus : proestrus, estrus, metestrus dan diestrus
  •  Proestrus : ternak berada pada fase folikuler dan diestrus ternak berada pada fase luteal, etrus merupakan fase lordosis.
  • Sinkronisasi estrus atau penyerentakkan birahi : memanipulasi siklus birahi dengan menggunakan hormone. Bias dengan memperpendek fase luteal atau menkan fase folikuler.
  •  Oogenesis : proses pembentukan sel telur atau ovum