FISIOLOGI REPRODUKSI KUDA BETINA (Mare)
Organ reproduksi kuda betina terdiri
dari :
-
Kelamin utama : ovarium
-
Saluran reproduksi
betina : oviduct, serviks, uterus dan vagina
-
Bagian luar : vulva,
labiya mayora, labiya minora dan klitoris
a.
Ovarium
Terdapat sepasang, tempatnya dekat ginjal. Pada kuda
bentuknya seperti ginjal karena ada fassa ovulatoris, yaitu suatu legokan pada
pinggir ovarium. Besar ovarium tergantung umur dan massa reproduksi ternak kuda
betina. Pada saat musim kawin ovarium memiliki ukuran panjang 6-8 cm dan
lebar 3-4 cm, pada saat itu kondisi ovarium terasa lebih lembut hal ini terjadi karena adanya sekresi cairan akibat perkembangan sel
folikel. Lain halnya ketika bukan musim kawin ukuran ovarium cenderung lebih
kecil yaitu dengan panjang 2-4 cm dan lebar 2-3 cm, dalam kondisi seperti ini
ovarium akan terasa tidak lembut hal ini disebabkan tidak adanya perkembangan
folikel (Morel, 2008).
Fungsi ovarium pada kuda adalah sebagai berikut :
-
-Penghasil sel telur
(ovum)
- -
Mensekresikan hormon
endokrin (Partodihardjo, 1987) seperti esterogen dan progesteron. Hormon ini
berperan dalam menyiapkan alat-alat reproduksi untuk kebuntingan dan memelihara
kandungan sampai kelahiran (salisburi, 1985).
Histologi Ovarium :
Folikel berasal dari
epitel benih yang melapisi permukaan ovarium. Terdiri dari 4 tahap
perkembangan, yaitu :
Tahap
pertama
Pertumbuhan terjadi pada waktu hewan
betina masih dalam kandungan dan setelah lahir. Tahap pertama terjadilah
folikel primer yang berasal dari satu sel epitel benih yang membelah diri. Folikel
primer berada lansung dibawah kulit ovarium yang tipis sekali, disebut tunika
albugenia. Folikel primer tidak dibungkus oleh membran vitelline.
Tahap
kedua
Perkembangan dari folikel primer
selanjutnya menjadi folikel sekunder. Terjadi pada hewan betina telah lahir dan
menjalani proses pendewasaan tubuh. Bentuknya lebih besar dibandingkan folikel
primer. Letaknya agak jauh dari permukaan ovarium. Dan ovumnya telah dibungkus
oleh memran vittelline. Apabila diluar membran vitelline terdapat satu lagi
membran yang lebih tebal, yang disebut zona pelucida, maka folikel itu telah
sempurna untuk disebut folikel sekunder.
Tahap
ketiga
Pertumubuhan folikel sekunder
menjadi dewasa disebut dengan folikel tertier. Terjadi pada waktu hewan menjadi
dewasa dan dilanjutkan pada hewan mengalami siklus birahi. Folikel tertier sel
granulosanya lebih banyak hingga seluruh folikel tampak lebih besar dan
letaknya lebih jauh dari cortex ovarium (kulit ovarium).
Tahap
keempat
Pertumbuhan folikel tertier menjadi
folikel degraaf. Atau proses pemasakan folikel. Terjadi beberapa hari menjelang
estrus. Folikel degraaf merupakan bentuk folikel yang terakhir dan terbesar
pada ovarium. Folikel ini hanya terdapat pada hewan betina yang sedang
mengalami birahi.
Dalam
folikel degraaf ovum dibungkus oleh cumullus oopharus (proligerus). Komponen
lain dari folikel degraaf adalah sel-sel granullosa yang melapisi dinding
antrum dan menjadi cumulus oopharus. Massa sel granulosa yang membungkus sel
ovum yang terletak paling dekat dengan ovum disebut corona radiata.
Stuktur histologi ovarium pada kuda adalah sebagai berikut ;
-
Germinal epitelium atau
epitel kecambah merupakan pembalut permukaan ovarium kecuali daerah hilus ovari
yang dibalut oleh peritoneum.
-
Tunika albugenia
disusun oleh jaringan ikat kolagen tanpa serabut elastis . letaknya dibawah
germinal epitelium.
-
Korteks atau korteks
ovari, pada kuda letaknya dibagian perifer ovarium didalam tunika albugenia.
Pada kuda yang baru lahir folikel seluruhnya adalah folikel premordial. Folikel ini terdiri dari sel telur (oogonium) membran basal yang cukup tipis dan sel folikel (sel granulosa) berbentuk pipih selapis.
b.
Oviduck atau tuba falopii
Pada kuda terdapat sepasang dengan panjang 25-30 cm,
berhubungan lansung dengan uterus. Merupakan saluran yang menghubungkan uterus
dengan ovarium. Tuba falopii dapat
dibedakan menjadi tiga bagian yaitu :
-
Istmush : paling dekat
dengan cornua uteri
-
Ampula : berada
diantara istmush dan infundibulum
-
Infundibullum : berada
didekat ovarium
Ujung dari tuba falopii yang berada lansung dekat ovarium
disebut fimbrae, ujung ini berupa corong yang berjumbai-jumbai. Fimbrae
mempunyai sifat ovotaxis (bergerak kearah adanya ovarium)
Fertilisasi
terjadi di antara ampula dan itshmus atau disebut juga dengan ampula itsmus
junction (AIJ) yang memiliki daerah mukosa dengan permukaan berstuktur seperti
rambut untuk mentransportasikan telur yang telah dibuahi menuju uterus tuba
junction (Morel, 2002). Bentuk tuba
falopii bulat, kecil, panjang daan berkelok-kelok. Tuba falopii bergantung pada
lipatan peritoneum yang disebut dengan mesosalphik.
Fungsi tuba falopii :
-
Menerima telur yang
diovulasikan oleh ovarium
-
Menerima spermatozoa
dai uterus
-
Tempat terjadinya
fertilisasi (di AIJ)
-
Menyalurkan ovum yang
telah dibuahi kedalam uterus. Bentuk UTJ pada kuda sangat jelas. Fungsi dari
UTJ ini adalah menyeleksi sperma yang masuk kedalam tuba falopii dari uterus.
-
Tempat kapasitasi
spermatozoa (proses pendewasaan spermatozoa hingga sperma mampu membuah sel
telur).
c.
Uterus
Terdiri dari :
-
Tanduk uterus (cornua)
-
Badan uterus (corpus)
Uterus pada
kuda merupakan stuktur memanjang yang menghubungkan serviks dengan tuba
falopii. Corpus uteri pada kuda normal panjanganya 18-20 cm dan diameter 8-12
cm. bagian cornua panjangnya 25 cm dengan diameter 4-6 cm pada pangkal cornua
1-2 cm pada saat mendekati tuba falopii. Tipe uterus pada kuda adalah uterus
bipartius (karena ukuran corpus uteri lebih besar dari cornua uteri) dengan
perbandingan 60:40 (Moral, 2002). Uterus bergantung paa ligamentum yang bertaut
pada dinding ruang abdomen dan pelvis yang disebut dengan mesometrium.
Fungsi uterus :
-
Tempat terjadinya
implantasi (penempelan pada endometrium uterus)
-
Tempat pertumbuhan dan
perkembangan embrio
-
Berperan dalam proses
kelahiran
-
Mengatur siklus estrus
dan fungsi CL dengan memproduksi PGF2a
-
Merupakan saluran yang
dilewati spermazoa menuju AIJ untuk fertilisasi
Histologi uterus :
Dinding uterus terdiri dari 3 lapis, yaitu ;
-
Lapis pertama :
membarana serosa
-
Lapis kedua :
myometrium, lapis urat daging licin yang terdiri dari 3 lapis dari luar
kedalam, yaitu serabut urat daging licin yang berjalan longitudinal, lapis
tengah yang mengandung urat syaraf dan pembuluh darah, lapisan serabut urat
daging licin yang berjalan circulair
-
Lapis ketiga ;
endometrium, mrupakan dinding lumen uterus. Terdiri atas epitel, lapisan
kelenjar uters dan tenunan pengikat.
d.
Serviks
Merupakan urat daging spinkter yang
terletak diantara uterus dan vagina. Lumennya terbentuk dari beberapa
gelang-gelang penonjolan dari mucossa serviks. Gelang ini dapat mengecil dan
menutup rapat sekali tergantung pada fase siklus birahi. Pada kuda
gelang-gelang ini agak kendor.
Pada waktu birahi sel-sel goblets
pada dinding lumen serviks menghasilkan sekresi yang banyak mengandung air.
Cairan yang dihasilkan jernih dan bersih. Serviks mempunyai panjang antara 5-10
cm dengan diameter 1,5-1,7 cm.
Fungsi
serviks :
-
Menutup lumen uterus
sehingga tidak memberi kemungkinan untuk masuknya jasad mikro/makroskopik
kedalam uterus. Lumen serviks selalu tertutup kecuali pada waktu birahi dan
melahirkan
-
Fungsi cairan serviks
adalah pemberi jalan dan arah bagi spermatozoa yang disemprotkan oleh penis
kedalam vagina sekaligus menyeleksi spermatozoa (spermatozoa yang tidak
berenang menuju kedepan tidak akan masuk kedalam serviks).
-
Tempat mendeposisikan
semen saat melakukan IB (bagian ujung serviks dekat dengan badan uterus)
e.
Vagina
Pada kuda panjangnya 18-23 cm dan
diameter 10-15 cm. pada bagian dalam tubuh vagina diselimuti oleh peritoneum
dan dikelilingi oleh jaringan ikat longgar, lemak dan pembuluh darah. Terbagi
atas bagian vestibulum yaitu bagian selbelah luar yang berhubungan dengan
vulva, dan partio vaginalis cervicis yaitu bagian ke sebelah serviks. Batas
dari kedua bagian tersebut (vestibulum dan partio vaginalis servicis adalah
tepat dikranial (munculnya uretra). Pada vagina tidak terdapat kelenjar
sehingga lendir yang ada vagina berasal dari serviks.
Pada hewan dara terdapat selaput
tipis yang merupakan sekat antara vestibulum vaginae dan partio vaginalis
servicis yang disebut dengan hymen.
Fungsi
vagina :
-
Tempat penumpahan semen
saat kopulasi
-
Sebagai jalur
pengeluaran fetus dan plasenta saat partus
f.
Alat kelamin bagian luar
1.
Vulva
Vulva merupakan
bagian ekternal dari organ reproduksi betina. Selain vulva juga terdapat, mons
pubis yang merupakan daerah teratas dari vulva yang banyak mengandung jaringan lemak, pada masa pubertas
mulai ditumbuhi rambut. Vulva homolog dengan skrotum. Pada
saat estrus vulva menjadi lebih memerah, bengkak dan tegang karena pengaruh
hormonal sehingga aliran darah mengalir lebih cepat.
2.
Labiya mayora dan labiya minora
3.
Klitoris
Klitoris pada hewan betina homolog
dengan penis. Mempunyai banyak ujung-ujung yaraf perasa yang memegang peranan
penting pada saat kopulasi.
FISIOLOGI ORGAN
REPRODUKSI KUDA JANTAN (STALLION)
Secara anatomik alat kelamin jantan dibagi menjadi ;
1. Gonad atau testes
(kelenjar benih) yang merupakan bagian alat kelamin utama
2. Saluran reproduksi :
epididimis, vas deferens dan uretra. Kelenjar reproduksi terdiri dari :
kelenjar vesikularis, kelenjar prostata, dan kelenjar cowper/ bulboretralis
3.
Alat kelamin bagian
luar : penis. Dan alat pelindung : skrotum dan preputium.
a.
Testes
Bentuknya bulat panjang, sumbunya
memanjang kearah vertikal. Dibungkus oleh kapsul berwarna putih mengkilat yang
disebut dengan tunika albugenia. Tunika ini mengandung urat syaraf dan urat
darah.
Fungsi
testes :
-
Menghasilkan sel benih jantan atau spermatozoa
- menghasilkan
hormon-hormon jantan atau androgen
Bagian
dari testes adalah sebagai berikut :
1.
Lobus : merupakan
kantong kecil yang berbentuk kerucut.
2.
Tubulus seminiferus :
isi dari lobus, dindingnya terdiri dari sel membran basal, sel epitel benih,
ssel penunjang dan penghasil cairan benih
3.
Epitel benih : terdiri
dari
-
Sel spermatogonium:
merupakan sel benih sejati (dihasilkan spermatozoa).
-
Sel sertoli : melekat
pada membran basal. Berfungsi sebagai perawat sel spermatozoa yang baru
terbentuk
-
Sel intertisial :
terdapat diantara lobus. Disebut juga dengan sel leidig. Jika sel ini terganggu
maka produksi testosteron juga terganggu.
b.
Epididimis
Terletak diatas testes pada tunika albugenia. Pada kuda
panjangnya adalah 80 meter.
-
Bagian kepala :
digunakan untuk mencari vas defferens
-
Bagian badan : sejajar
dengan jalannya vas defferens
-
Bagian ekor : dapat
diraba pada hewan hidup.
Fungsi dari epididimis adalah :
-
Sebagai alat
transportasi (mengalirkan spermatozoa dai testes kedalam ductus eferen)
-
Sebagai konsentrasi
-
Pemasakan atau
pematangan (pendewasaan sperma dikepala epididimis)
-
Tempat penyimpanan
sperma (dibagian ekor dan dapat tahan 60 hari jika ductus epididimis di ikat)
c.
Vas deferent
Terentang mulai dari ekor ductus
epididimis sampai urethra. Vas deferents dibagian atas testes disebut dengan
ampula. Vas deferents berkontraksi sehingga mengalirkan sperma dari bagian ekor
epididimis kedalam ampula.
d.
Uretra
Merupakan saluran urogenitalis
(untuk urine dan semen) . saluran ini tergantung dari tempat bermuaranya ampula
vas dferents sampai ke ujung penis.
e.
Kelenjar vesikularis
Ada sepasang dan mengapit ampula vas
deferent. Menghasilkan cairan yang kental dan lengket yang mengandung potasium,
asam sitrat, fruktosa dan enzim dan mengandung asam askorbat sehingga berwarna
agak kekuningan. Sekresi dari kelenjar ini merupakan 50% dari volume ejakulasi.
f.
Kelenjar prostat
Merupakan kelenjar tunggal yang terletak mengelilingi dan
sepanjang uretra. Pada kuda dapat diraba dengan palpasi rektal. Ekresi kelenjar
prostat hanya sebagian kecil menyusun pada cairan semen. Cairan nya encer
mengandung enzim antikoagulan, sitrat dan sedikit asam. Berukuran 2,5-4 cm dan
tebal 1,0-1,5 cm. dari kelenjar ini merupakan sumber antaglutin jantan yang
memberikan bau yang khas terhadap semen yang dihasilkan jantan.
g.
Kelenjar cowper
Terdiri sepasang dan terletak
disepanjang uretra, dekat dengan titik keluarnya uretra dari ruang pelvis.
Mempunyai ukuraan dan bentuk seperti bulatan yang berdaging dan berkulit keras.
Sekresi dari kelenjar ini akan membersihkan sisa-sisa urine yang ada dalam
uretra sebelum terjadi ejakulasi. Pada kuda ukurannya 2,5-5 cm.
h.
Penis
Fungsi :
-
Mengeluarkan semen dan
urin. Sebagai alat kopulasi
Penis bersifat elastis, dibungkus oleh tunika albugenia. Ada
tiga bagian yaitu :
1.
Crus penis : bagian
pangkal yang melekat pada fascia/ ligamentum
2.
Sigmoid : bagian badan.
3.
Gland penis : bagian
ujung penis
Pada
penis terdapat 2 muskulus yaitu rektrator penis untuk relaksasi dan corpus
convernosum untuk menegangkan.
g.
Scrotum
Merupakan kantong testes. Epididimis
scrotum mempunyai tenunan pengikat yang elastis dan mengandung urat daging
licin disebut tunika dartos.
Fungsi :
-
Mengatur temperatur
testes dan epididimis agar berada pada suhu yang optimal (4-7’C)
h.
Preputium
Merupakan pelindung penis dari
pengaruh luar dan kekeringan. Terletak dekat caudal pusat. Sekesinya berupa
cairan yang berlemak
SISTEM REGULASI
HORMON REPRODUKSI
Hormon
merupakan zat organik yang diproduksi oleh sel-sel khusus dalam badan,
dirembeskan kedalam peredaran darah dengan jumlah yang sangat kecil dan dapat meransang sel-sel tertentu untuk
berfungsi. Pengaturan sintesa dan pelepasan hormon oleh kelenjar-kelenjar
tertentu diatur oleh mekanisme tertentu yang keseluruhannya termasuk sistem
otonomi.
Integrasi
menyeluruh dari sitem syaraf dan endokrin tergantung pada hypotalamus.
Hypotalamus menjalankan pengaruhnya melalui kelenjar hipofisis anterior
(adenohipofisis) dengan neurosekresi oleh nuklei. Hipofisa adalah suatu
kelenjar hormon yang mengatur hampir seluruh mekanisme biologik yang terdapat
dalam tubuh dan mekanisme yang dapat menyelamatkan keturunan spesies makhluk
hidup. Hipotalamus adalah bagian dari otak besar dengan kelenjar yang disebut
dengan kelenjar endokrin, sekresi yang dihasilkannya disebut dengan hormon.
Fungsi dari hipotalamus adalah menerima informasi dari indera,
mengintegrasikannya dan membagi-bagi serta menyalurkannya ke alat-alat yang
berkepentingan.
Hormon reproduksi
Pubertas
merupakan umur pertama kali menunjukkan birahi yang diikuti oleh aktivitas
ovarium pada ternak betina dan umur pertama bagi ternak jantan mampu mengawini
ternak betina. Tanda-tanda pubertas sangat dipengaruhi oleh hormon-hormon
kelamin.
Ada 4 kelenjar endokrin yang terdapat didalam tubuh yang
dapat menghasilkan hormon reproduksi, yakni :
-
Kelenjar hipofisa :
bagian anterior menghasilkan hormon FSH, LH/ICSH dan LTH
-
Kelenjar ovarium :
menghasilkan hormon estorgen, progesteron dan relaksin
-
Endometrium :
menghasilkan hormon prostaglandin
-
Testis : menghasilkan
hormon testosteron
Hormon-hormon yang
berperan adalah sebagai berikut :
a.
FSH :
-
Hormon ini diproduksi
oleh hipofisis akibat ransangan dari GnRH
-
Betina : meransang
pertumbuhan folikel pada ovarium sehingga folikel menjadi matang
-
Jantan : meransang
pembesaran testes karena terjadi perkembangbiakan spermatozoa dalam
tubuliseminiferi tetapi tidak meransang produksi testosteron.
b.
LH / ICSH :
-
Hormon ini dihasilkan
oleh hipofisis akibat ransangan dari GnRH
-
Betina :
o
meransang sel-sel granulosa dan sel techa pada
folikel yang masak untuk memproduksi estrogen. Estrogen meningkat maka LH juga
meningkat sehingga menyebabkan terjadinya ovulasi pada folikel yang masak.
o
LH bersama LTH
meransang sel techa yang terdapat dalam kawah bekas folikel yang telah pecah
untuk membentuk Corpus luteum. CL berperan dalam memproduksi hormon
progesteron.
-
Jantan : Meransang
sel-sel intertisial dalam testes
c.
LTH/ Prolaktin
-
Menstimulasi kelenjar
mamary untuk memproduksi susu
-
Meransang pertumbuhan
kelenjar susu pada ternak mamalia
-
Diseksresikan oleh
kelenjar pituitary
-
Berperan penting dalam
proses metabolisme, sistem imun, dan perkembangan prankeas serta berperan dalam
membentuk kebiasaan induk (maternal behaviour)
d.
Estrogen :
-
Dihasilkan oleh
ovarium,
-
Berguna untuk
pembentukan ciri-ciri perkembangan seksual pada betina (berperan dalam
tanda-tanda kemunculan estrus)
-
Disekresikan oleh sel
techa interna dan folikel de graf
-
Merupakan hormon
steroid
e.
Progesteron
-
Dihasilkan oleh korpus
luteum pada ovarium.
-
Berperan dalam
mempertahankan endometrium sehingga dapat menerima implantasi zygot (menjaga
kebuntingan), mengatur pembentukan plasenta dan produksi air susu.
-
Juga berperan dalam
menghambat produksi LH agar CL berdegenerasi saat tidak terjadi fertilisasi,
menghambat laktasi saat terjadi kebuntingan.
-
Merupakan hormon
steroid
f.
GnRH :
- Merupakan hormon
yang diproduksi oleh hipotalamus di otak.
- GnRH akan meransang pelepasan
hormon FSH dan LH di hipofisis.
- Merupakan hormon peptida
g.
Testosteron
-
Dihasilkan didalam
testes.
-
Merupakan hormon
steroid dalam kelompok hormon androgen
-
Berfungsi mempengaruhi
pertumbuhan alat kelamin jantan, menstimulasi bermacam-macam metabolisme tubuh,
memperpanjang daya hidup sprematozoa.
-
Disekresikan oleh testikel pada ternak jantan,
sebagian kecil disekresikan oleh kelenjar adrenal.
DAFTAR PUSTAKA
Hunte RHF. 1995.
Fisiologi dan Teknologi Reproduksi Hewan Betina Domestik. Terjemahan DK Harya
Putra. Penerbit ITB. Bandung
Partodihardjo,
Soebadi. 1987. Ilmu Reproduksi Hewan. Cetakan ke 2. Mutiara Sumber Widya. Jakarta