Rabu, 18 Maret 2020

ANATOMI DAN FISIOLOGI ORGAN REPRODUKSI KUDA JANTAN DAN BETINA


FISIOLOGI REPRODUKSI KUDA BETINA (Mare)
 
            Organ reproduksi kuda betina terdiri dari :
-          Kelamin utama : ovarium
-          Saluran reproduksi betina : oviduct, serviks, uterus dan vagina
-          Bagian luar : vulva, labiya mayora, labiya minora dan klitoris 
 
a.                  Ovarium
Terdapat sepasang, tempatnya dekat ginjal. Pada kuda bentuknya seperti ginjal karena ada fassa ovulatoris, yaitu suatu legokan pada pinggir ovarium. Besar ovarium tergantung umur dan massa reproduksi ternak kuda betina.  Pada saat musim kawin ovarium memiliki ukuran panjang 6-8 cm dan lebar 3-4 cm,  pada saat itu kondisi ovarium terasa lebih lembut hal ini terjadi karena adanya sekresi cairan akibat perkembangan sel folikel. Lain halnya ketika bukan musim kawin ukuran ovarium cenderung lebih kecil yaitu dengan panjang 2-4 cm dan lebar 2-3 cm, dalam kondisi seperti ini ovarium akan terasa tidak lembut hal ini disebabkan tidak adanya perkembangan folikel (Morel, 2008).
 
Fungsi ovarium pada kuda adalah sebagai berikut :
-          -Penghasil sel telur (ovum)
-         - Mensekresikan hormon endokrin (Partodihardjo, 1987) seperti esterogen dan progesteron. Hormon ini berperan dalam menyiapkan alat-alat reproduksi untuk kebuntingan dan memelihara kandungan sampai kelahiran (salisburi, 1985).
 
Histologi Ovarium  :
    Folikel berasal dari epitel benih yang melapisi permukaan ovarium. Terdiri dari 4 tahap perkembangan, yaitu :
Tahap pertama
            Pertumbuhan terjadi pada waktu hewan betina masih dalam kandungan dan setelah lahir. Tahap pertama terjadilah folikel primer yang berasal dari satu sel epitel benih yang membelah diri. Folikel primer berada lansung dibawah kulit ovarium yang tipis sekali, disebut tunika albugenia. Folikel primer tidak dibungkus oleh membran vitelline.
Tahap kedua   
            Perkembangan dari folikel primer selanjutnya menjadi folikel sekunder. Terjadi pada hewan betina telah lahir dan menjalani proses pendewasaan tubuh. Bentuknya lebih besar dibandingkan folikel primer. Letaknya agak jauh dari permukaan ovarium. Dan ovumnya telah dibungkus oleh memran vittelline. Apabila diluar membran vitelline terdapat satu lagi membran yang lebih tebal, yang disebut zona pelucida, maka folikel itu telah sempurna untuk disebut folikel sekunder.
Tahap ketiga
            Pertumubuhan folikel sekunder menjadi dewasa disebut dengan folikel tertier. Terjadi pada waktu hewan menjadi dewasa dan dilanjutkan pada hewan mengalami siklus birahi. Folikel tertier sel granulosanya lebih banyak hingga seluruh folikel tampak lebih besar dan letaknya lebih jauh dari cortex ovarium (kulit ovarium).
Tahap keempat
            Pertumbuhan folikel tertier menjadi folikel degraaf. Atau proses pemasakan folikel. Terjadi beberapa hari menjelang estrus. Folikel degraaf merupakan bentuk folikel yang terakhir dan terbesar pada ovarium. Folikel ini hanya terdapat pada hewan betina yang sedang mengalami birahi.
Dalam folikel degraaf ovum dibungkus oleh cumullus oopharus (proligerus). Komponen lain dari folikel degraaf adalah sel-sel granullosa yang melapisi dinding antrum dan menjadi cumulus oopharus. Massa sel granulosa yang membungkus sel ovum yang terletak paling dekat dengan ovum disebut corona radiata.
 
Stuktur histologi ovarium pada kuda adalah sebagai berikut ;
-          Germinal epitelium atau epitel kecambah merupakan pembalut permukaan ovarium kecuali daerah hilus ovari yang dibalut oleh peritoneum.
-          Tunika albugenia disusun oleh jaringan ikat kolagen tanpa serabut elastis . letaknya dibawah germinal epitelium.
-          Korteks atau korteks ovari, pada kuda letaknya dibagian perifer ovarium didalam tunika albugenia.

            Pada kuda yang baru lahir folikel seluruhnya adalah folikel premordial. Folikel ini terdiri dari sel telur (oogonium) membran basal yang cukup tipis dan sel folikel (sel granulosa) berbentuk pipih selapis.


b.                  Oviduck atau tuba falopii
 
Pada kuda terdapat sepasang dengan panjang 25-30 cm, berhubungan lansung dengan uterus. Merupakan saluran yang menghubungkan uterus dengan ovarium.  Tuba falopii dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu :
-          Istmush : paling dekat dengan cornua uteri
-          Ampula : berada diantara istmush dan infundibulum
-          Infundibullum : berada didekat ovarium
Ujung dari tuba falopii yang berada lansung dekat ovarium disebut fimbrae, ujung ini berupa corong yang berjumbai-jumbai. Fimbrae mempunyai sifat ovotaxis (bergerak kearah adanya ovarium)
            Fertilisasi terjadi di antara ampula dan itshmus atau disebut juga dengan ampula itsmus junction (AIJ) yang memiliki daerah mukosa dengan permukaan berstuktur seperti rambut untuk mentransportasikan telur yang telah dibuahi menuju uterus tuba junction (Morel, 2002).  Bentuk tuba falopii bulat, kecil, panjang daan berkelok-kelok. Tuba falopii bergantung pada lipatan peritoneum yang disebut dengan mesosalphik.
Fungsi tuba falopii :
-          Menerima telur yang diovulasikan oleh ovarium
-          Menerima spermatozoa dai uterus
-          Tempat terjadinya fertilisasi (di AIJ)
-          Menyalurkan ovum yang telah dibuahi kedalam uterus. Bentuk UTJ pada kuda sangat jelas. Fungsi dari UTJ ini adalah menyeleksi sperma yang masuk kedalam tuba falopii dari uterus.
-          Tempat kapasitasi spermatozoa (proses pendewasaan spermatozoa hingga sperma mampu membuah sel telur).
 
c.                   Uterus
Terdiri dari :
-          Tanduk uterus (cornua)
-          Badan uterus (corpus)
            Uterus pada kuda merupakan stuktur memanjang yang menghubungkan serviks dengan tuba falopii. Corpus uteri pada kuda normal panjanganya 18-20 cm dan diameter 8-12 cm. bagian cornua panjangnya 25 cm dengan diameter 4-6 cm pada pangkal cornua 1-2 cm pada saat mendekati tuba falopii. Tipe uterus pada kuda adalah uterus bipartius (karena ukuran corpus uteri lebih besar dari cornua uteri) dengan perbandingan 60:40 (Moral, 2002). Uterus bergantung paa ligamentum yang bertaut pada dinding ruang abdomen dan pelvis yang disebut dengan mesometrium.
Fungsi uterus :
-          Tempat terjadinya implantasi (penempelan pada endometrium uterus)
-          Tempat pertumbuhan dan perkembangan embrio
-          Berperan dalam proses kelahiran
-          Mengatur siklus estrus dan fungsi CL dengan memproduksi PGF2a
-          Merupakan saluran yang dilewati spermazoa menuju AIJ untuk fertilisasi
Histologi uterus :
Dinding uterus terdiri dari 3 lapis, yaitu ;
-          Lapis pertama : membarana serosa
-          Lapis kedua : myometrium, lapis urat daging licin yang terdiri dari 3 lapis dari luar kedalam, yaitu serabut urat daging licin yang berjalan longitudinal, lapis tengah yang mengandung urat syaraf dan pembuluh darah, lapisan serabut urat daging licin yang berjalan circulair
-          Lapis ketiga ; endometrium, mrupakan dinding lumen uterus. Terdiri atas epitel, lapisan kelenjar uters dan tenunan pengikat.
 
d.                  Serviks   
            Merupakan urat daging spinkter yang terletak diantara uterus dan vagina. Lumennya terbentuk dari beberapa gelang-gelang penonjolan dari mucossa serviks. Gelang ini dapat mengecil dan menutup rapat sekali tergantung pada fase siklus birahi. Pada kuda gelang-gelang ini agak kendor.
            Pada waktu birahi sel-sel goblets pada dinding lumen serviks menghasilkan sekresi yang banyak mengandung air. Cairan yang dihasilkan jernih dan bersih. Serviks mempunyai panjang antara 5-10 cm dengan diameter 1,5-1,7 cm.
Fungsi serviks :
-          Menutup lumen uterus sehingga tidak memberi kemungkinan untuk masuknya jasad mikro/makroskopik kedalam uterus. Lumen serviks selalu tertutup kecuali pada waktu birahi dan melahirkan
-          Fungsi cairan serviks adalah pemberi jalan dan arah bagi spermatozoa yang disemprotkan oleh penis kedalam vagina sekaligus menyeleksi spermatozoa (spermatozoa yang tidak berenang menuju kedepan tidak akan masuk kedalam serviks).
-          Tempat mendeposisikan semen saat melakukan IB (bagian ujung serviks dekat dengan badan uterus)
 
e.                   Vagina
            Pada kuda panjangnya 18-23 cm dan diameter 10-15 cm. pada bagian dalam tubuh vagina diselimuti oleh peritoneum dan dikelilingi oleh jaringan ikat longgar, lemak dan pembuluh darah. Terbagi atas bagian vestibulum yaitu bagian selbelah luar yang berhubungan dengan vulva, dan partio vaginalis cervicis yaitu bagian ke sebelah serviks. Batas dari kedua bagian tersebut (vestibulum dan partio vaginalis servicis adalah tepat dikranial (munculnya uretra). Pada vagina tidak terdapat kelenjar sehingga lendir yang ada vagina berasal dari serviks.
            Pada hewan dara terdapat selaput tipis yang merupakan sekat antara vestibulum vaginae dan partio vaginalis servicis yang disebut dengan hymen.
Fungsi vagina :
-          Tempat penumpahan semen saat kopulasi
-          Sebagai jalur pengeluaran fetus dan plasenta saat partus
 
f.                   Alat kelamin bagian luar
1.      Vulva
            Vulva merupakan bagian ekternal dari organ reproduksi betina. Selain vulva juga terdapat, mons pubis yang merupakan daerah teratas dari vulva yang banyak mengandung  jaringan lemak, pada masa pubertas mulai ditumbuhi rambut. Vulva homolog dengan skrotum. Pada saat estrus vulva menjadi lebih memerah, bengkak dan tegang karena pengaruh hormonal sehingga aliran darah mengalir lebih cepat.
2.      Labiya mayora dan labiya minora
3.      Klitoris
            Klitoris pada hewan betina homolog dengan penis. Mempunyai banyak ujung-ujung yaraf perasa yang memegang peranan penting pada saat kopulasi.

FISIOLOGI ORGAN REPRODUKSI KUDA JANTAN (STALLION)
 
            Secara anatomik alat kelamin jantan dibagi menjadi ;
1.     Gonad atau testes (kelenjar benih) yang merupakan bagian alat kelamin utama
2.   Saluran reproduksi : epididimis, vas deferens dan uretra. Kelenjar reproduksi terdiri dari : kelenjar vesikularis, kelenjar prostata, dan kelenjar cowper/ bulboretralis
3.      Alat kelamin bagian luar : penis. Dan alat pelindung : skrotum dan preputium.
 
a.      Testes
            Bentuknya bulat panjang, sumbunya memanjang kearah vertikal. Dibungkus oleh kapsul berwarna putih mengkilat yang disebut dengan tunika albugenia. Tunika ini mengandung urat syaraf dan urat darah.
Fungsi testes :
- Menghasilkan sel benih jantan atau spermatozoa
- menghasilkan hormon-hormon jantan atau androgen
Bagian dari testes adalah sebagai berikut :
1.      Lobus : merupakan kantong kecil yang berbentuk kerucut.
2.      Tubulus seminiferus : isi dari lobus, dindingnya terdiri dari sel membran basal, sel epitel benih, ssel penunjang dan penghasil cairan benih
3.      Epitel benih : terdiri dari
-          Sel spermatogonium: merupakan sel benih sejati (dihasilkan spermatozoa).
-          Sel sertoli : melekat pada membran basal. Berfungsi sebagai perawat sel spermatozoa yang baru terbentuk
-          Sel intertisial : terdapat diantara lobus. Disebut juga dengan sel leidig. Jika sel ini terganggu maka produksi testosteron juga terganggu.
 
b.      Epididimis
Terletak diatas testes pada tunika albugenia. Pada kuda panjangnya adalah 80 meter.
-          Bagian kepala : digunakan untuk mencari vas defferens
-          Bagian badan : sejajar dengan jalannya vas defferens
-          Bagian ekor : dapat diraba pada hewan hidup.
Fungsi dari epididimis adalah :
-          Sebagai alat transportasi (mengalirkan spermatozoa dai testes kedalam ductus eferen)
-          Sebagai konsentrasi
-          Pemasakan atau pematangan (pendewasaan sperma dikepala epididimis)
-          Tempat penyimpanan sperma (dibagian ekor dan dapat tahan 60 hari jika ductus epididimis di ikat)
 
c.       Vas deferent
            Terentang mulai dari ekor ductus epididimis sampai urethra. Vas deferents dibagian atas testes disebut dengan ampula. Vas deferents berkontraksi sehingga mengalirkan sperma dari bagian ekor epididimis kedalam ampula.
 
d.      Uretra
            Merupakan saluran urogenitalis (untuk urine dan semen) . saluran ini tergantung dari tempat bermuaranya ampula vas dferents sampai ke ujung penis.
 
e.       Kelenjar vesikularis
            Ada sepasang dan mengapit ampula vas deferent. Menghasilkan cairan yang kental dan lengket yang mengandung potasium, asam sitrat, fruktosa dan enzim dan mengandung asam askorbat sehingga berwarna agak kekuningan. Sekresi dari kelenjar ini merupakan 50% dari volume ejakulasi.
 
f.       Kelenjar prostat
Merupakan kelenjar tunggal yang terletak mengelilingi dan sepanjang uretra. Pada kuda dapat diraba dengan palpasi rektal. Ekresi kelenjar prostat hanya sebagian kecil menyusun pada cairan semen. Cairan nya encer mengandung enzim antikoagulan, sitrat dan sedikit asam. Berukuran 2,5-4 cm dan tebal 1,0-1,5 cm. dari kelenjar ini merupakan sumber antaglutin jantan yang memberikan bau yang khas terhadap semen yang dihasilkan jantan. 
 
g.      Kelenjar cowper
            Terdiri sepasang dan terletak disepanjang uretra, dekat dengan titik keluarnya uretra dari ruang pelvis. Mempunyai ukuraan dan bentuk seperti bulatan yang berdaging dan berkulit keras. Sekresi dari kelenjar ini akan membersihkan sisa-sisa urine yang ada dalam uretra sebelum terjadi ejakulasi. Pada kuda ukurannya 2,5-5 cm.
 
h.      Penis
Fungsi :
-          Mengeluarkan semen dan urin. Sebagai alat kopulasi
Penis bersifat elastis, dibungkus oleh tunika albugenia. Ada tiga bagian yaitu :
1.      Crus penis : bagian pangkal yang melekat pada fascia/ ligamentum
2.      Sigmoid : bagian badan.
3.      Gland penis : bagian ujung penis
Pada penis terdapat 2 muskulus yaitu rektrator penis untuk relaksasi dan corpus convernosum untuk menegangkan.
 
g.      Scrotum
            Merupakan kantong testes. Epididimis scrotum mempunyai tenunan pengikat yang elastis dan mengandung urat daging licin disebut tunika dartos.
Fungsi :
-          Mengatur temperatur testes dan epididimis agar berada pada suhu yang optimal (4-7’C)
 
h.      Preputium
            Merupakan pelindung penis dari pengaruh luar dan kekeringan. Terletak dekat caudal pusat. Sekesinya berupa cairan yang berlemak
  

SISTEM REGULASI HORMON REPRODUKSI
 
            Hormon merupakan zat organik yang diproduksi oleh sel-sel khusus dalam badan, dirembeskan kedalam peredaran darah dengan jumlah yang sangat kecil  dan dapat meransang sel-sel tertentu untuk berfungsi. Pengaturan sintesa dan pelepasan hormon oleh kelenjar-kelenjar tertentu diatur oleh mekanisme tertentu yang keseluruhannya termasuk sistem otonomi.
            Integrasi menyeluruh dari sitem syaraf dan endokrin tergantung pada hypotalamus. Hypotalamus menjalankan pengaruhnya melalui kelenjar hipofisis anterior (adenohipofisis) dengan neurosekresi oleh nuklei. Hipofisa adalah suatu kelenjar hormon yang mengatur hampir seluruh mekanisme biologik yang terdapat dalam tubuh dan mekanisme yang dapat menyelamatkan keturunan spesies makhluk hidup. Hipotalamus adalah bagian dari otak besar dengan kelenjar yang disebut dengan kelenjar endokrin, sekresi yang dihasilkannya disebut dengan hormon. Fungsi dari hipotalamus adalah menerima informasi dari indera, mengintegrasikannya dan membagi-bagi serta menyalurkannya ke alat-alat yang berkepentingan.
 
Hormon reproduksi
            Pubertas merupakan umur pertama kali menunjukkan birahi yang diikuti oleh aktivitas ovarium pada ternak betina dan umur pertama bagi ternak jantan mampu mengawini ternak betina. Tanda-tanda pubertas sangat dipengaruhi oleh hormon-hormon kelamin.
Ada 4 kelenjar endokrin yang terdapat didalam tubuh yang dapat menghasilkan hormon reproduksi, yakni :
-          Kelenjar hipofisa : bagian anterior menghasilkan hormon FSH, LH/ICSH dan LTH
-          Kelenjar ovarium : menghasilkan hormon estorgen, progesteron dan relaksin
-          Endometrium : menghasilkan hormon prostaglandin
-          Testis : menghasilkan hormon testosteron
 Hormon-hormon yang berperan adalah sebagai berikut :
a.       FSH :
-          Hormon ini diproduksi oleh hipofisis akibat ransangan dari GnRH
-          Betina : meransang pertumbuhan folikel pada ovarium sehingga folikel menjadi matang
-          Jantan : meransang pembesaran testes karena terjadi perkembangbiakan spermatozoa dalam tubuliseminiferi tetapi tidak meransang produksi testosteron.
b.      LH / ICSH :
-          Hormon ini dihasilkan oleh hipofisis akibat ransangan dari GnRH
-          Betina :
o    meransang sel-sel granulosa dan sel techa pada folikel yang masak untuk memproduksi estrogen. Estrogen meningkat maka LH juga meningkat sehingga menyebabkan terjadinya ovulasi pada folikel yang masak.
o   LH bersama LTH meransang sel techa yang terdapat dalam kawah bekas folikel yang telah pecah untuk membentuk Corpus luteum. CL berperan dalam memproduksi hormon progesteron.
-          Jantan : Meransang sel-sel intertisial dalam testes
c.       LTH/ Prolaktin
-          Menstimulasi kelenjar mamary untuk memproduksi susu
-          Meransang pertumbuhan kelenjar susu pada ternak mamalia
-          Diseksresikan oleh kelenjar pituitary
-          Berperan penting dalam proses metabolisme, sistem imun, dan perkembangan prankeas serta berperan dalam membentuk kebiasaan induk (maternal behaviour)
d.      Estrogen :
-          Dihasilkan oleh ovarium,
-          Berguna untuk pembentukan ciri-ciri perkembangan seksual pada betina (berperan dalam tanda-tanda kemunculan estrus)
-          Disekresikan oleh sel techa interna dan folikel de graf
-          Merupakan hormon steroid
e.       Progesteron
-          Dihasilkan oleh korpus luteum pada ovarium.
-          Berperan dalam mempertahankan endometrium sehingga dapat menerima implantasi zygot (menjaga kebuntingan), mengatur pembentukan plasenta dan produksi air susu.
-          Juga berperan dalam menghambat produksi LH agar CL berdegenerasi saat tidak terjadi fertilisasi, menghambat laktasi saat terjadi kebuntingan.
-          Merupakan hormon steroid
f.       GnRH :
-  Merupakan hormon yang diproduksi oleh hipotalamus di otak.
-  GnRH akan meransang pelepasan hormon FSH dan LH di hipofisis.
-  Merupakan hormon peptida
g.      Testosteron
-          Dihasilkan didalam testes.
-          Merupakan hormon steroid dalam kelompok hormon androgen
-          Berfungsi mempengaruhi pertumbuhan alat kelamin jantan, menstimulasi bermacam-macam metabolisme tubuh, memperpanjang daya hidup sprematozoa.
-           Disekresikan oleh testikel pada ternak jantan, sebagian kecil disekresikan oleh kelenjar adrenal.


DAFTAR PUSTAKA

Hunte      RHF. 1995. Fisiologi dan Teknologi Reproduksi Hewan Betina Domestik. Terjemahan DK Harya Putra. Penerbit ITB. Bandung

    Partodihardjo, Soebadi. 1987. Ilmu Reproduksi Hewan. Cetakan ke 2. Mutiara      Sumber Widya. Jakarta














Tidak ada komentar:

Posting Komentar